Sabtu, 11 April 2015

AKUNTANSI INTERNASIONAL


 
SUDUT PANDANG SEJARAH

1. Double entry book keeping (lucapacioli) Italia Inggris (selanjutnya ke persemakmuran Inggris termasuk AS) 
2. Model Akuntansi Belanda diimpor ke Indonesia 
3. Perkembangan Akuntansi didukung oleh adanya pendidikan (munculnya sekolah bisnis) 
4. Seiring perubahan jaman dan perkembangan hubungan internasional, kerumitan akuntansi semakin menjadi

Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikut ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuannya untuk diterapkan dari satu kondisinasional ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan terus-menerus dalam bidang teori dan praktek di seluruh dunia.

Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad   ke-20,kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Sekolah-sekolah bisnis membantu perkembangan tersebut dengan meneruskan bidang-bidang masalah dan pada akhirnya mengakuinya sebagai suatu disiplin ilmu akademik sendiri pada berbagai sekolah tinggi dan universitas. Setelah Perang Dunia II, pengaruh akuntansi semakin terasa dengan sendirinya pada Dunia Barat, khususnya di Jerman dan Jepang. Pada tingkatan yang agak kurang, faktor yang sama juga dapat dilihat secara langsung di Negara-negara seperti Brasil, Israel, Meksiko, Philipina, Swedia dan Taiwan.

Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak Negara, akuntansi tetap merupakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan profesional. Hanya terdapat sedikit pemahamanatas ketentuan yang sejenis dengan Negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia danorganisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.

Mengatasi paradoks sejarah akuntansi ini telah lama menjadi perhatian baik bagi para penggunamaupun penyusun informasi akuntansi. Dalam tahun-tahun terakhir, usaha-usaha institusi untukmempersempit perbedaan dalam pengukuran, pengungkapan dan proses auditing di seluruh duniasemakin intensif dilakukan.

SUDUT PANDANG KONTEMPORER 

1. Adanya uasaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional

2. Pengendalian Modal

3. Valuta Asing

4. Investasi asing langsung

5. Liberalisasi transaksi

6.  Privatisasi perusahaan pemerintah (untuk pengurangan pengendalian valas dan pembatasan investasilintas batas)

7. Kemajuan dalam teknologi informasi

Apabila usaha-usaha mengurangi perbedaan akuntansi internasional merupakan sesuatu yang pentingdi satu sisi, sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. Faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.

Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional.


Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi. Produksi yang terintegrasi secara vertical tidak lagi menjadi bukti model operasi yang efisien. Hubungan informasi, secara global dan seketika memberi makna bahwa produksi semakin dialih kontrakkan kepada siapa saja dengan ukuran apa pun dimana saja di dunia yang memiliki kemampuan terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan atau suatu bagian dari pekerjaan tersebut. Hubungan wajar timbale-balik yang menjadi karakter hubungan perusahaan dengan pemasok, perantara dengan pelanggan mereka digantikan dengan hubungan kerja sama global dengan pemasok, pemasok dari pemasok, perantara, pelanggan, dan pelanggan dari pelanggan.

A.                Penjelasan Koperasi
Penjenisan koperasi yang dimaksud disini adalah pengelompokan koperasi atas dasar suatu kesamaan yang menyangkut sifat, cara kerja dan daerah kerja dan lain sebagainya ada beberapa sebab yang melatar belakangi pesatnya pertumbuhan koperasi yang pada akhirnya menyebabkan beberapa timbulnya koperasi. Diantaranya adalah adanya ikatan pemersatu sebagai dasar solidaritas bersama yang mampu menumbuhkan sikap hemat. Saling percaya, pelayanan kebutuhan secara tepat oleh koperasi dengan kebutuhan lingkungan itu sendiri.

Ikatan yang dapat mempersatukan anggota – anggota dalam jenis – jenis koperasi antara lain:
a.         Kesamaan lingkungan kerja, misalnya pegawi negeri, kerawan perusahan swasta, ABRI, dan sebagainya
b.         Kesaman tempat tinggal, misalnya kampung, desa, kecamata dan sebagainya
c.         Kesamaan koperasi, misalnya nelayan, petani, dan sebagainya

Mereka berkumpul dan bersatu membentuk koperasi yang sesuai kepentingan masing-masing.
Jenis – jenis kopersi dapat dibedakan sebagai berikut:
1.      Menurut usaha pokok yang dijalankan jenis koperasi antara lain
a.       koperasi kredit
b.      koperasi konsumsi
c.       koperasi produksi barang dan jasa

2.      Menurut aneka ragam usahanya terdapat
a.         koperasi usaha tungal (single purpose)
b.         koperasi usaha majemuk/ serba usaha (multi purpose)

3.      Menurut jenis usaha sektor dan sub sektor ekonomi dalam masyarakat
a.         koperasi pertanian
b.         koperasi perkebunan
c.         koperasi perternakan
d.         koperasi kerajianan
e.         koperasi perindustrian
f.          koperasi perikanan
g.         koperasi pengangkutan
h.         koperasi pelayaran
i.          koperasi perumahan

4.      Menurut hasil yang diusahakan, komoditi barang / bahan yang dihasilakan jenis koperasi:  
a.         koperasi karet
b.         koperasi tembakau
c.         koperasi kopera
d.         koeprasi tebu
e.         koperasi susu

5.      Menurut lingkungan daerah kerjanya beberapa jenis koperasi:
a.         keperasi pasar
b.         koperasi unit desa
c.         koperasi serba usaha perkotaan

a.         Koperasi kredit / simpan pinjam
Koperasi ini dibentuk oleh sekelompok orang yang ingin memakai uang untuk tujuan tertentu dahulu pada koperasi kemudian dapat dipinjam untuk kerluan tertentu. Lembaga koperasi lain yang perannya hampir sama dengan koperasi kredit atau simpan pinjam tersebut:
1.      bank koperasi
2.      kredit unions

b.         Koperasi pemakain atau konsumsi
Koperasi pemakai atau konsumsi adalah koperasi yang dibentuk oleh orang – orang yang memakai barang atau jasa. Memakai bukan saja berarti untuk dimakan tetapi untuk dimanfaatkan.

c.         Koperasi produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan suatu barang sebagai hasil usah seluruh anggotanya. Koperasi jenis ini dibagi 2 kelompok, misalnya koperasi yang dijalankan dan dikelolah oleh anggota yang juga sebagai karyawan dan koperasi yang merupakan kumpulan pengusaha yang menyatukan hasil produksinya.

d.         Koperasi yang bergerak dibidang pelayaran
Koperasi ini adalah koperasi yang bersifat menunjang kebutuhan anggota dalam kegiatannya dalam kegiatannya untuk mengembangkan usaha
e.         Koperasi usaha tunggal (single purpose)
Disebut sebagai koperasi single purpose bila seluruh perkumpulan koperasi berkerja pada usaha sebatas.

f.          Koperasi aneka usaha (Multi Purpose)
Contoh: KUD (Koperasi Unit Desa)
dengan dikeluarkannya instruksi presiden no.2/1987 tentang penjenisan koperasi Indonesia mengalami perubahan.
KUD adalah koperasi aneka usaha, baik dari segi fungsi ekonomi yang dilakukan maupun dari komoditi yang diperdagangkan.

B.        Jaringan Kerja Sama Koperasi (cooperatif network)
a)      Jaringan kerja sama koperasi
Adalah suatu pola kerja sama usaha koperasi dengan tujuan mencapai kesatuan kekuatan bersama.
b)      Macam-macam jaringan kerja sama koperasi
1.      Vertikal : Kerja sama antara koperasi-koperasi primer dengan koprerasi-koperasi sekunder yang sejenis
2.      Horizontal : kerja sama antara koperasi primer dengan koperasi primer dan koperasi sekunder dengan koperasi sekunder
3.      Diagonal : Kerja sama dengan koperasi primer/sekunder yang tidak sejenis koperasi dan Non koperasi
4.      Internasional : Kerja sam koperasi dalam negeri dan luar negeri

c.       Manfaat dan cara penyusunan jaringan kerja sama
1.      Meningkatkan pemanfaatan
2.      Memperluas usaha
3.      Perpaduan antara koperasi yang lemah dan yang bangkrut
4.      Menggalang tumbuhnya kepercayaan
5.      Menaikkan sumbangan koperasi terhadap grup
6.      Memudahkan pembinaan dan pengawasan
7.      Meningkatkan para wira koperasi yang berwawasan luas.


C.        Cara Menyusun Jaringan Kerja Sama
Koperasi di tanah air masih nampak belum berarti, hal ini oleh kurangnya keterpaduan diantara mereka oleh karena itu perlu adanya dorongan dan motivasi untuk segera membentuk jaringan kerja sama sehingga dapat menjangkau usah berskala besar.
Adapun cara menyusun jaringan kerjasama antara lain;
  1. Ditingkat pusat
Tugas badan ini meneliti dan merancanakan kerja sama dengan menyusun skala prioritas proyek-proyek yang harus ditangani secara bersama, baik secara Vertikal, Horizontal, dan Diagonal.

  1. Ditingkat propinsi
Pusat-pusat koperasi dan koperasi-koperasi primer membentuk kerja sama usaha koperasi dibawah koordinasi DEKOPIN.

  1. Ditingkat kabupaten/kodya
Koperasi-koperasi yang berada di wilayahnya membentuk badan kerja sama usaha koperasi dibawah koordinasi DEKOPIN.

               Agar posisi dan peran koperasi tumbuh semakin kuat maka disamping dibentuknya jaringan kerja sama dalam gerakan koperasi sendiri, perlu dikembangkan kerja sama dengan sektor swasta dan BUMN sebagai sesama pelaku ekonomi dengan prinsip saling menguntungkan.

v  Kerjasama Koperasi Dengan Pelaku Ekonomi Lainnya.
Dalam meningkatkan peran koperasi agar dapat tumbuh berkembang mandiri perlu bantuan pemerintah dalam merealisasikan.
Dapat diambil contoh kerja sama keterkaitan usaha koperasi dengan sektor BUMN antara lain:
  • PT Dharma Niaga
Membina petani ketimun di Sumatra Barat dan Sulawesi Selatan dengan menyediakan sarana produksi beberapa bibit, pupuk spkayer, dan obat obatan.
  • PT DSI Sarinah
Menbina para pemasok pengusaha kecil dengan menjamin pembayaran kredit usaha kecil (KUK) yang disalurkan oleh Bank Dagang Negara
  • PT Mega Citra
Membina Petani jahe di Sumatra Utara dengan pola sebagaimana dilakukan persero niaga lainnya.
  • PT Kerta Niaga

Memberikan bantuan peralatan, latihan, modal kerja dan pemasaran kepada NKUP coklat/koko.

v  Kegiatan-kegiatan Pengembangan Terkaitan Koperasi Dengan Sektor    Swasta/BUMN

Koperasi perlu dikembangkan konsep-konsep keterkaitan koperasi dengan sektor Swasta/BUMN atas dasar hubungan yang rasional dan wajar, yaitu adanya upaya saling membantu dan saling membutuhkan.

Untuk lebih mengembangkan keterkaitan usaha koperasi/KUD dengan usaha besar dan menengah dapat diarahkan kepada kegiatan yang menyangkut antara lain:
  • Pembelian barang yang akan dijual koperasi melalui usaha besar, seperti grosir, distributor, swalayan, ataupun toserba.
  • Penyediaan ruang tempat usaha.
  • Mengadakan latihan pada perusahaan besar.
  • Pengumpulan barang dari anggota dan kemudian disalurkan kepada pengusaha besar/ menengah untuk dipasarkan.
  • BUMN menyisihkan sebagian keuntungnnya untuk membina koperasi dan pengusaha ekonomi lemah.

Sumber :